Serba-serbi G20, para Pemimpin Dunia Ngapain Aja?
180 detik membaca
Mungkin kamu telah familiar melihat logo G20 tercantum pada spanduk di jalanan, di iklan, atau media sosial. Ini merupakan pertemuan besar dan sebuah kehormatan tersendiri jika suatu negara menjadi tuan rumahnya.
Nah, di tahun 2022 ini, Indonesia didapuk menjadi tuan rumah KTT G20 yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 15-16 November 2022. Sebenarnya, apa itu G20? Mengapa menjadi pertemuan prestisius antar pemimpin dunia?
Mengenal G20, sebuah pertemuan multilateral strategis antar negara
G20 merupakan sebuah forum kerja sama multilateral strategis yang menghubungkan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia, yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU).
Bisa dibilang bahwa negara yang menjadi anggota G20 merupakan negara elit yang mampu memengaruhi perekonomian dunia.
Pertemuan G20 memiliki posisi yang strategis di dalam menentukan masa depan pertumbuhan ekonomi dunia.
Ini karena negara anggota G20 merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, serta 80% PDB dunia.
Pada awalnya, G20 merupakan pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari antar negara. Namun sejak 2008, G20 juga dihadiri oleh Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, dan pada 2010 dibentuk pula pembahasan di sektor pembangunan.
Pertemuan G20 terdiri atas dua agenda besar, yaitu Jalur Keuangan (Finance Track) dan Jalur Sherpa (Sherpa Track). Sherpa merupakan istilah untuk para pemandu di Nepal, menggambarkan bagaimana para Sherpa G20 akan membuka jalan menuju KTT.
Siapa saja negara anggota G20?
Negara anggota G20 di antaranya: Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Prancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa. Spanyol juga diundang sebagai tamu tetap.
Tuan rumah KTT G20 juga mengundang negara-negara tamu setiap tahunnya, yang mengambil bagian penuh dalam pertemuan G20.
Beberapa organisasi regional hingga internasional juga turut berpartisipasi, memberi ruang representasi yang lebih luas di dalam forum G20.
Apa saja agenda dalam G20?
Ada tiga jenis pertemuan yang dilakukan dalam G20, di antaranya:
- Kelompok Kerja / Working Groups
Ini adalah pertemuan yang beranggotakan para ahli dari negara G20, kelompok ini akan menangani isu-isu spesifik yang terkait dengan agenda G20 yang lebih luas, yang kemudian dimasukkan ke dalam segmen kementerian, dan akhirnya lanjut ke KTT.
- Pertemuan Tingkat Menteri dan Deputi / Ministerial & Deputies Meetings
Ada dua pertemuan yang diadakan di masing-masing area fokus utama forum, yaitu FMCBG dan FCBD.
Pada Finance Track, Ministerial Meetings akan dihadiri oleh menteri keuangan dan gubernur bank sentral, yang disebut Finance Ministers and Central Bank Governors Meetings (FMCBG).
Sedangkan pertemuan untuk para deputi disebut Finance and Central Bank Deputies Meetings (FCBD).
- Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) / Summit
Ini adalah puncak dari proses pertemuan G20, yaitu rapat tingkat kepala negara/pemerintahan atau KTT. Hasil dari dua pertemuan sebelumnya akan dibahas bersama dalam KTT.
Tahun 2022 ini, Indonesia memegang presidensi G20
Forum G20 berbeda dari kebanyakan forum multilateral lainnya karena tidak memiliki sekretariat tetap.
Oleh karena itu, fungsi presidensi setiap tahunnya akan berganti dan dipegang oleh salah satu negara anggota. Indonesia berkesempatan memegang presidensi G20 pada tahun 2022 ini.
Melalui tema "Recover Together, Recover Stronger", dalam KTT G20 ini Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk saling mendukung untuk pulih bersama, bahu-membahu, serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
Manfaat yang diperoleh Indonesia sebagai anggota G20
Indonesia sebagai anggota forum G20 bisa memperoleh banyak manfaat dari pertemuan ini, seperti informasi dan pengetahuan terkini tentang perkembangan ekonomi global, potensi risiko yang dihadapi, serta kebijakan ekonomi yang telah diterapkan negara lain terutama negara maju.
Dengan begitu, Indonesia mampu menyiapkan kebijakan ekonomi yang terbaik dan tepat. Selain itu, Indonesia juga dapat memperjuangkan kepentingan nasional dengan dukungan internasional melalui forum ini.
Komentar
Posting Komentar