Penasaran Mengapa Jajanan Kesayanganmu Menyusut Ukurannya?


120 detik membaca

Kamu pasti pernah menemui produk yang kamu kenal ternyata ukurannya kini menyusut, berbeda dengan beberapa tahun lalu. Mulai dari produk-produk kebutuhan pokok, hingga yang cukup fenomenal adalah jajanan kesayangan di masa kecilmu.

Dulu berukuran besar, kini makin menyusut ukurannya. Apa yang menyebabkan fenomena ini terjadi?

Mengenal shrinkflation, trik produsen mengurangi ukuran produk

Fenomena ini dikenal dengan istilah shrinkflation atau trik penyusutan. Dilansir Investopedia, ini adalah praktik mengurangi dan mengecilkan produk namun tetap mempertahankan harga yang sama.

Istilah ini diambil dari dua kata, “shrink” atau "penyusutan" yaitu berhubungan dengan perubahan ukuran produk, sedangkan bagian "-flation" mengacu pada inflasi, yaitu kenaikan tingkat harga.

Dilansir Katadata, shrinkflation dalam istilah ekonomi juga dikenal sebagai grocery shrink ray (sinar penyusut produk), deflasi, atau package downsizing (perampingan paket).

Intinya sama, yaitu proses mengurangi ukuran atau kuantitas produk yang dijual, atau bahkan menurunkan kualitasnya, dengan harga yang sama atau bahkan lebih mahal.

Inflasi dan shrinkflation saling berkaitan

Meski tidak sama, namun keduanya saling berkaitan. Ini karena adanya inflasi yang membuat kenaikan harga bahan baku dan membuat biaya produksi perusahaan pun ikut naik.

Hal ini tentu berdampak pada harga di pasar, kenaikan harga ini membuat perusahaan membuat strategi untuk mengecilkan produk mereka untuk menutupi kenaikan harga tersebut.

Mengapa fenomena shrinkflation terjadi?

Hal ini kerap dilakukan oleh produsen sebagai penyesuaian untuk mengatasi lonjakan biaya produksi, bahan baku, tenaga kerja, hingga logistik.

Shrinkflation kerap dilakukan karena bagi produsen, penyusutan kemasan dan isi produk cenderung tak disadari oleh konsumen.

Berbeda jika konsumen mengetahui harga produk tersebut melonjak, mereka akan lebih cenderung resisten dan berdampak negatif pada produsen.

Sementara jika ukurannya yang menyusut, biasanya konsumen tidak terlalu memperhatikan. Asalkan harganya tetap sama.

Barang-barang apa saja yang kerap terkena shrinkflation?

Biasanya fenomena ini terjadi pada barang-barang consumer goods atau keperluan sehari-hari, seperti tisu, kopi, jajanan kemasan, sereal, dan lain sebagainya.

Barang-barang ini sangat riskan dan sensitif jika produsen langsung menaikkan harga, karena akan membuat mereka kehilangan konsumen setianya.

Apakah shrinkflation termasuk menipu konsumen?

Perlu diperhatikan bahwa shrinkflation tidak dapat dilihat sebagai penipuan atau penggambaran produk yang salah. Ini karena produsen selalu mencantumkan berat, volume, atau jumlah produknya pada label kemasan, tetap transparan.

Hal ini tidak ilegal, namun hanya “tricky” saja. Praktik shrinkflation sangat lumrah ditemui dan dilakukan oleh banyak produsen, terutama perusahaan fast-moving consumer goods (FMCG).

Sudah tahu kan, mengapa jajanan kesayanganmu waktu kecil dulu kini menyusut ukurannya? Mungkin shrinkflation bisa menjadi win-win solution bagi produsen dan konsumen.

Produsen tidak merugi dan tetap bisa produksi, konsumen juga masih tetap bisa membeli produk kesayangan mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bertambah 1 Lagi, Sekarang Indonesia Jadi 38 Provinsi

Masak Sendiri atau Beli Makan di Luar, Hemat Mana?

5 Tips Belanja Hemat Rp100.000 untuk Seminggu