Kebiasaan Menunda Pekerjaan, Malah Nambah Beban
150 detik membaca
Kebiasaan menunda pekerjaan (procrastination) sepertinya pernah dilakukan oleh setiap orang.
Terasa nikmat memang, ketika diberikan tugas dan melihat tenggat waktu yang ditetapkan masih lama. Mending nyantai dulu, ya kan?
Namun kebiasaan menunda-nunda ini jika diteruskan bisa berdampak buruk, entah bagi kehidupan pribadi maupun pekerjaan. Mari mengenal lebih jauh tentang kebiasaan ini!
Apa itu procrastination?
Kebiasaan menunda pekerjaan sering disebut sebagai procrastination, yang merupakan istilah untuk perilaku menunda-nunda pekerjaan hingga menit terakhir, bahkan bisa jadi telah melewati tenggat waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
Kebiasaan ini sering dianggap sebagai bentuk kegagalan dalam mengatur diri serta manajemen waktu. Meski ada dampak negatif yang akan diterima, namun banyak orang kerap nyaman untuk mengulangi tindakan ini.
Bedanya apa dengan malas?
Meski terlihat mirip karena sama-sama membuat pekerjaan seseorang terhambat untuk diselesaikan dan kadang orang yang sering menunda pekerjaan dianggap malas, namun ada perbedaan dari keduanya.
- Malas
Malas bersifat pasif. Ini berarti kamu memang tidak berniat untuk melakukan aktivitas dan menyelesaikan sesuatu. Benar-benar hanya ingin rebahan saja dan sama sekali tidak produktif.
- Menunda
Sedangkan menunda bersifat aktif. Ini berarti seseorang yang memiliki kebiasaan menunda pekerjaan akan memilih untuk melakukan hal lain daripada mengerjakan sesuatu yang seharusnya dilakukan dan diselesaikan.
Apa yang membuat seseorang kerap menunda pekerjaan?
Ternyata kerap menunda pekerjaan bukan berarti malas, ya. Ada beberapa alasan yang membuat seseorang kerap melakukan procrastination.
- Terlalu perfeksionis
Mereka yang gemar menunda pekerjaan kerap cemas bahwa mereka tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna. Padahal, sebenarnya tidak perlu sempurna asalkan bisa selesai tepat waktu.
Bila kamu seorang perfeksionis, mungkin kamu cenderung senang memerhatikan hal kecil yang sebenarnya kurang penting. Pada akhirnya, kamu malah sibuk mengerjakan beragam hal remeh lain yang membuat pekerjaan utama tak pernah selesai.
- Mudah terdistraksi
Semakin mudah kamu terdistraksi, maka kemungkinan kamu untuk menunda pekerjaan juga semakin tinggi. Buka laptop, niatnya ingin menyelesaikan pekerjaan, eh malah buka Netflix buat nonton drakor.
- Gemar multi-tasking
Orang yang gemar multi-tasking cenderung menunda pekerjaan, karena memang tugas yang perlu dikerjakan terlalu banyak. Ini membuat mereka bingung tugas mana yang harus diprioritaskan untuk diselesaikan terlebih dahulu.
- Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan termasuk lama
Dilihat dari faktor psikologi, orang yang kerap menunda pekerjaan cenderung berpikir bahwa mereka membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.
Menganggap sebuah pekerjaan sulit untuk dikerjakan justru membuat seseorang tidak semangat bekerja. Akibatnya, mereka memilih untuk menunda pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cepat.
Cara mengatasi kebiasaan menunda pekerjaan
- Buat daftar prioritas pekerjaan
Jika pekerjaan sedang menumpuk dan tidak tahu mana duluan yang harus dikerjakan, biasanya akan membuatmu malas menyelesaikan dan justru menundanya. Untuk itu kamu butuh membuat daftar prioritas.
Kamu bisa memulai dengan membuat daftar tugas apa saja yang harus dikerjakan, dan catat tanggal setiap pekerjaan, kapan revisinya, dan kapan tenggat waktu berakhir. Ini dibutuhkan agar kamu tetap fokus menyelesaikan pekerjaan.
- Kelola waktu dengan baik
Setelah membuat daftar prioritas, jangan lupa juga untuk mengelola waktu yang baik. Kamu bisa memecah pekerjaan utama menjadi beberapa bagian, dan kerjakan secara bertahap alias dicicil.
Kerjakan dulu bagian yang paling mudah agar terasa ada progress, kemudian baru kerjakan bagian tersulit.
Dengan mengetahui serba-serbi procrastination, semoga kamu bisa bertahap mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan. Apakah kamu termasuk orang yang suka menunda-nunda pekerjaan?
Komentar
Posting Komentar